"https://api.twitter.com/1/statuses/user_timeline/AndyNowiya.json?callback=twitterCallback2&count=1" "https://api.twitter.com/1/statuses/user_timeline.json?screen_name=AndyNowiya.json?callback=twitterCallback2&count=5"

50 Kata Mutiara Arab (Mahfudzat)

1. Man sara ‘ala ad-darbi washala
(Siapa berjalan pada jalan-NYA, dia akan sampai)

2. Man jadda wajada
(Siapa bersungguh-sungguh , dia akan berhasil)

3. Man shobaro zhofira
(Siapa bersabar, dia akan beruntung)

4. Man qalla shidquhu qalla shodiquhu
(Siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit pula temannya)

5. Jalis ahla ash-shidqi wa al-wafa’i
(Pergaulilah orang jujur dan menepati janji)

6. Mawaddatu ash-shodiqi tadzharu waqta adh-dhiqi
(Kecintaan seorang teman itu akan terlihat pada saat kesulitan)

7. Wama al-lladzdzatu illa ba’da at-ta’abi
(Tidak ada kenikmatan kecuali setelah bersusah payah)

8. Ash-shobru yu’inu ‘ala kulli ‘amalin
(Kesabaran itu membantu segala pekerjaan)

9. Jarrib walahidz takun ‘arifan
(Coba dan perhatikan, niscaya engkau akan paham)

10. Uthlubu al-’ilma min al-mahdi ila al-llahdi
(Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur)

11. Baidhatu al-yaumi khairun min dajajati al-ghodd
(Telur hari ini lebih baik dari ayam hari esok)

12. Al-waqtu atsmanu mina adz-dzahabi
(Waktu itu lebih berharga daripada emas)

13. Al-’aqlu as-salimu fi al-jismi as-salimi
(Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat)

14. Khoiru jalisin fi az-zamani kitabun
(Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku)

15. Man yazra’ yahshud
(Siapa yang menanam, dia akan memetik/memanen)

16. Khoiru al-ashabi man yadulluka ‘ala al-khoiri
(Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan)

17. Laula al-’ilma lakana an-nasu ka al-baha’imi
(Seandainya tiada berilmu, manusia itu seperti binatang)

18. Al-’ilmu fi as-shighori ka an-naqsyi ‘ala al-hajari
(Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu bagaikan ukiran di atas batu)

19. Lan tarji’a al-ayyamu al-lati madhot
(Tidak akan kembali hari-hari yang lalu)

20. Ta’allaman shoghiran wa’mal bihi kabiron
(Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar)

21. Al-’ilmu bila ‘amalin ka asy-syajari bila tsamarin
(Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah)

22. Al-ittihadu asasu an-najahi
(Persatuan adalah pangkal keberhasilan)

23. La tahtaqir miskinan wa kun lahu mu’inan
(Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya)

24. Asy-syarofu bi al-adabi la bi an-nasabi
(Kemuliaan itu dengan adab kesopanan , bukan dengan keturunan)

25. Salamatu al-insani fu’ hifdzi al-lisani
(Keselamatan manusia itu dalam menjaga lisannya)

26. Adabu al-mar’i khorun min dzahabihi
(Adab seseorang itu lebih berharga daripada emasnya)

27. Su’u al-khuluqi yu’di
(Kerusakan budi pekerti/akhlak itu menular)

28. Afatu al-’ilmi an-nisyan
(Bencana ilmu itu adalah lupa)

29. Idza shodaqa al-’azmu wadhoha as-sabilu
(Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya)

30. La tahtaqir man dunaka fa likulli syai’in maziyyatun
(Jangan menghina orang yang lebih rendah daripadamu karena setiap orang mempunyai kelebihan)

31. Ashlih nafsaka yashluh laka an-nasu
(Perbaikilah dirimu sendiri niscaya orang lain akan baik padamu)

32. Fakkir qobla an’ta’zima
(Berpikirlah dahulu sebelum kamu merencanakan/berkemauan)

33. Man ‘arafa buida as-safari ista’adda
(Siapa yang tahu jauhnya perjalanan, dia akan bersiap-siap)

34. Man hafaro khufrotan waqo’a fiha
(Siapa yang menggali lubang, dia yang akan terperosok ke dalamnya)

35. ‘Aduwwun ‘aqilun khoirun min shodiqin jahilin
(Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh)

36. Man katsuro ihsanuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya)

37. Ijhad wala taksal wala taku ghofilan fanadamatu al-’uqba liman yatakassal
(Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah karena penyesalan akibat itu bagi orang yang bermalas-malasan)

38. La tu’akhkhir ‘amalaka ila al-ghoddi ma taqdiru an ta’malahu al-yauma
(Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari yang kamu bisa mengerjakannya hari ini)

39. Utruk asy-syarro yatrukka
(Tinggalkanlah perbuatan jelek niscaya dia akan meninggalkanmu)

40. Khoiru an-nasi ahsanuhum khuluqan wa anfa’uhum linnas
(Sebaik-baik manusia itu adalah yang lebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia)

41. Fi at-ta’anni as-salamatu wa fi al-’ajalati an-nadamatu
(Di dalam kehati-hatian adanya keselamatan, dan di dalam ketergesaan adanya penyesalan)

42. Tsamrotu at-tafriti an-nadamatu wa tsamrotu al-hazmi as-salamatu
(Buah sembrono atau lengah itu penyesalan dan buah cermat itu adalah keselamatan)

43. Ar-rifqu bi adh-dho’ifi -min khuluqi asy-syarifi
(Berlemah-lembut kepada orang yang lemah itu adalah suatu perangai orang yang mulia)

44. Fajaza’u as-sayyiatin sayyiatun mitsluha
(Maka pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama)

45. Tarku al-jawabi ‘ala al-jahili jawabun
(Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya)

46. Man ‘adzuba lisannuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang manis tutur katanya, banyaklah temannya)

47. Idza tamma al-’aqlu qolla al-kalamu
(Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya)

48. Man tholaba akhon bila ‘aibin baqiya bila akhin
(Siapa yang mencari teman yang tidak bercela maka dia tidak akan mempunyai teman)

49. Qul al-haqqo walau kana murron
(Katakanlah yang benar itu walaupun pahit)

50. Khoiru malika ma nafa’aka
(Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu)

Dikutip Buku “10 Jalan Sukses Menghidupkan Prinsip Man Jadda Wajada” (Akbar Zainudin)

Tampil Menarik di Depan Publik

1. Siapkan pembukaan dan penutupan yang berwibawa dan menarik. Karena pada dua hal inilah sebenarnya pendengar kebanyakan dipikat.

2. Hindarkan untuk minta maaf secara basa-basi sebelum bicara.
Sering pembicara sewaktu akan mulai sudah minta maaf karena tidak bias berpidato dan sebagainya. Hal seperti ini akan membuat pendengar kurang menghargai dan meremehkan pembicara.

3. Hendaknya diketahui bahwa tidak semua pendengar menangkap isi materi, maka buatlah ulangan dari hal-hal penting yang hendak ditekankan dengan baik.

4. Jangan sekali-kali menghina pendengar Dan berlagak seakan mereka tidak tahu sama sekali tentang topik tersebut atau seakan menggurui mereka. Akibatnya bisa runyam karena anda kehilangan simpati dari pendengar.

5. Kalaupun statistik atau angka-angka harus ditampilkan hendaknya jangan terlalu banyak agar tidak membingungkan. Ingat bahwa angka tidak bisa mudah diingat seketika hanya dengan melihat dan pemaparan angka cenderung membosankan.

6. Hindari emosi yang berlebihan karena orang malas melihatnya, demikian juga hindarkan membesar-besarkan fakta atau cerita (membual). Berusahalah sewajar mungkin karena kewajaran disukai semua orang.

7. Hindarkan mencela orang atau pembicara lain didepan umum karena selain kurang etis juga akan menimbulkan kesulitan sendiri.

8. Usahakan supaya tidak membosankan dengan memberikan sisipan yang baik.

9. Jangan sekali-kali meremehkan suku, ras, bahasa, adat istiadat, dan kebiasaan yang berlaku di daerah tempat berbicara.

10. Dalam improvisasi usahakan tidak melantur jauh dari isi pidato

11. Bernapaslah dari hidung dan menghembuskan nafas pada saat yang wajar.
Latihlah bernapas dengan perut dan menghembuskan napas dari hidung. Napas yang keluar masuk dari mulut akan menimbulkan bunyi desah.

12. Perlihatkan wajah yang penuh percaya diri dan senyum yang menyejukkan.
Banyak orang berbicara dengan wajah lesu dan kurang percaya diri karena mungkin kurang menguasai materinya. Karena itu, penguasaan materi secara utuh akan memperbesar rasa percaya diri dan akan tercermin pada wajah waktu berbicara.

13. Jaga artikulasi dari tiap kata dengan jelas dan hindarkan berbicara “ngegerendeng” di depan umum.
Selain sukar dimengerti, “ngegerendeng” sering membuat orang tersinggung.

14. Apabila bahasa asing harus digunakan, usahakan ucapannya (pronounciation) dari bahasa tersebut benar.
Tanyalah kepada ahli bahasa. Kalau kurang paham pengucapannya jangan dikatakan. Lebiyh baik ganti dengan bahasa sendiri. Penggunaan bahasa asing hanya untuk gagah-gagahan sangat tidak dianjurkan karena mungkin maksudnya memberikan kesan up to date tapi sering menggelikan.

15. Selama memungkinkan berilah gambar atau diagram yang ditulis pada saat itu atau yang telah dipersiapkan lebih dahulu.
Sebuah gambar akan lebih “berbicara” daripada seribu kata.
Dengan dasar yang benar dan pelatihan yang banyak, maka berbicara didepan orang banyak akan merupakan seni tersendiri.

Public Speaking

Menurut Tantowi Yahya: Public Speaking adalah suatu rangkaian teknik yang dilatih, dipraktekkan, dan dimanfaatkan untuk berbicara di depan umum. Secara luas mencakup semua aktivitas berbicara di depan orang lain seperti rapat, presentasi, ceramah, pidato, membawakan acara, diskusi atau bahkan mengajar.
                Bermodal teknik public speaking yang benar, berbicara dapat memberi manfaat yang kongkrit yaitu memotivasi orang lain, mencapai saling pengertian, meraih kesepakatan, meningkatkan karir, bahkan mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan bisnis. Dengan Teknik Publik Speaking yang benar, Anda akan mendapatkan lebih banyak kesuksesan dalam bidang yang Anda geluti.
                Sebagai contoh, dalam membuka dan menutup pembicaraan:
1. Siapkan pembukaan dan penutupan yang berwibawa dan menarik. Karena pada dua hal inilah sebenarnya pendengar kebanyakan dipikat.
2. Usahakan agar memahami dan hafal isi pembukaan secara baik serta menarik perhatian pendengar.
3. Berikan pertanyaan yang menggelitik, menceritakan suatu cerita, kejutan dengan pekikan dan semisalnya, memberikan suatu lelucon, membuka gambar atau menunjukkan slide yang menarik.
4. Segeralah menghentikan pembicaraan, kalau sudah menyatakan akan berhenti. Karena setiap orang berulang ulang menyebutkan bahwa yang dikatakannya adalah yang terakhir tetapi nyatanya bersambung dan membosankan.
5. Berikan singkatan dan resume dari isi pembicaraan. Buatlah pendengar memahami dengan baik.
6. Ingat kata-kata terakhir. Hendaklah diingat bahwa kata-kata terakhir pembicaraan akan lama berkesan pada pendengar, maka buatlah kata-kata akhir yang mengesankan dan bukannya mengambang yang membuat pendengar berpikir “memangnya urusan saya!”.