![]() |
| Unik dan menarik :D |
Kata orang banyak rejeki dulu
baru bisa nikah? Ah, itu logika lama.
Buktinya nikah dulu bisa banyak rejeki. Siapa yang garansi, buktinya mana? Tuhan
yang garansi, buktinya Al Qur’an 24:33. Wkwkwk.
Logikanya gini, Kenapa Tuhan anjurkan menikah, padahal berat nanggung rejekinya?
Jawabnya, Tuhan punya solusi. Yaitu dilapangkan rejeki setelah menikah. Rejeki
si suami, rejeki si istri, dan rejeki buah hati suatu hari nanti. Rejeki yang bukan
hanya uang. Juga relasi, kesehatan, kesempatan, dan keluarga SaMaRa.
Lalu, apa
setelah menikah langsung banyak rejeki? Bisa jadi! Walaupun tak ada garansi
dapat rejeki nomplok, kecuali warisan mertua, itupun kalau ada. Wkwkwk. Coba renungkan, kita dikasih
otak (logika), hati (perasaan) dan fisik (raga) yang sempurna. Pertanyaannya,
apakah logika, rasa dan raga kita sudah 100% dimanfaatkan untuk menjemput
rejeki? Kalau belum, syukuri dan manfaatkan! Biar makin cantik cara menjemput
rejeki kita. Bukankah bersyukur termasuk jalan melapangkan rejeki?
Jika setelah
berdoa kita bekerja dengan maksimalkan logika, maka hambatan akan mudah
ditangani. Berbagai masalah akan mudah dapat solusi. Ketika perasaan digunakan
dalam menjemput rejeki, maka keyakinan rejeki kita dijamin Tuhan akan semakin
kuat. Tanpa kuatir rejeki akan tertukar. Bila raga atau fisik kita ikhlas dalam
bekerja, maka wajah akan selalu ceria. Rekan kerja akan menerima energi
positifnya. Kalau jadi pengusaha, pelanggan akan puas dan nyaman menikmati
layanan kita.
Mas Harun
Abdul Aziz ini -sejauh yang saya kenal- sudah maksimalkan logika, rasa &
raga buat mencari modal nikahnya. Bukan sembarang sanjungan, terbukti sejak
kami mengembangkan jasa sewa mobil. Dengan logika bisa mencari solusi dan
berkembang. Dengan rasa, bisa melayani sepenuh hati. Dengan raga dan wajah yang
selalu riang gembira, lelah tidak akan terasa dalam melayani pelanggan.
Hasilnya pun
bisa dilihat, rejekinya berlipat-lipat. Sambil kuliah bisa mengelola jasa sewa
mobil. Setelah kuliah diterima di lembaga sosial, sambil bekerja bisa nyicil
motor, sambil beramal. Setelah niatan menikah ada, diterima bekerja sebagai
auditor. Seolah-olah rejeki dilapangkan, bahkan di-muncrat-kan. Wkwkwk. Selamat
menikah, semoga memberi inspirasi. J
