"https://api.twitter.com/1/statuses/user_timeline/AndyNowiya.json?callback=twitterCallback2&count=1" "https://api.twitter.com/1/statuses/user_timeline.json?screen_name=AndyNowiya.json?callback=twitterCallback2&count=5"

Rejeki Muncrat dengan Logika Rasa dan Raga (PK1)

Unik dan menarik :D

           Kata orang banyak rejeki dulu baru bisa nikah? Ah, itu logika lama. Buktinya nikah dulu bisa banyak rejeki. Siapa yang garansi, buktinya mana? Tuhan yang garansi, buktinya Al Qur’an 24:33. Wkwkwk. Logikanya gini, Kenapa Tuhan anjurkan menikah, padahal berat nanggung rejekinya? Jawabnya, Tuhan punya solusi. Yaitu dilapangkan rejeki setelah menikah. Rejeki si suami, rejeki si istri, dan rejeki buah hati suatu hari nanti. Rejeki yang bukan hanya uang. Juga relasi, kesehatan, kesempatan, dan keluarga SaMaRa.
Lalu, apa setelah menikah langsung banyak rejeki? Bisa jadi! Walaupun tak ada garansi dapat rejeki nomplok, kecuali warisan mertua, itupun kalau ada. Wkwkwk. Coba renungkan, kita dikasih otak (logika), hati (perasaan) dan fisik (raga) yang sempurna. Pertanyaannya, apakah logika, rasa dan raga kita sudah 100% dimanfaatkan untuk menjemput rejeki? Kalau belum, syukuri dan manfaatkan! Biar makin cantik cara menjemput rejeki kita. Bukankah bersyukur termasuk jalan melapangkan rejeki?
Jika setelah berdoa kita bekerja dengan maksimalkan logika, maka hambatan akan mudah ditangani. Berbagai masalah akan mudah dapat solusi. Ketika perasaan digunakan dalam menjemput rejeki, maka keyakinan rejeki kita dijamin Tuhan akan semakin kuat. Tanpa kuatir rejeki akan tertukar. Bila raga atau fisik kita ikhlas dalam bekerja, maka wajah akan selalu ceria. Rekan kerja akan menerima energi positifnya. Kalau jadi pengusaha, pelanggan akan puas dan nyaman menikmati layanan kita.
Mas Harun Abdul Aziz ini -sejauh yang saya kenal- sudah maksimalkan logika, rasa & raga buat mencari modal nikahnya. Bukan sembarang sanjungan, terbukti sejak kami mengembangkan jasa sewa mobil. Dengan logika bisa mencari solusi dan berkembang. Dengan rasa, bisa melayani sepenuh hati. Dengan raga dan wajah yang selalu riang gembira, lelah tidak akan terasa dalam melayani pelanggan.
Hasilnya pun bisa dilihat, rejekinya berlipat-lipat. Sambil kuliah bisa mengelola jasa sewa mobil. Setelah kuliah diterima di lembaga sosial, sambil bekerja bisa nyicil motor, sambil beramal. Setelah niatan menikah ada, diterima bekerja sebagai auditor. Seolah-olah rejeki dilapangkan, bahkan di-muncrat-kan. Wkwkwk. Selamat menikah, semoga memberi inspirasi. J